Saturday, August 26, 2017

Begini Reaksi Tubuh yang Timbul Akibat Stres

foto: bertha/GARASIhealth


Jakarta,GARASIhealth - Stres yang ada di otak dapat memprediksi, bagaimana tubuh bereaksi secara fisik terhadap situasi yang penuh tekanan. Hal ini menjadi rujukan penting karena beberapa orang memiliki reaksi fisik yang lebih kuat terhadap stres.

Reaksi fisik pada tubuh bisa berujung buruk, seperti jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat lebih tinggi. Reaksi stres yang berlebihan ini bisa berakibat buruk dalam jangka panjang.  

Orang yang tekanan darahnya meningkat dalam situasi stres ini kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi pada masa depan.

Mereka juga memiliki peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung, menurut penelitian yang dipublikasikan pada 23 Agustus 2017 di Journal of The American Heart Association.


Untuk mempelajari hubungan antara stres di otak dan reaksi yang terjadi pada tubuh, para peneliti melakukan pemindaian otak terhadap lebih dari 300 orang dewasa sambil memantau respons fisik, seperti tekanan darah dan detak jantung, ditulis dari GARASIhealth, Sabtu (26/8/2017).


Hasil temuan dari penelitian menunjukkan, orang-orang yang bereaksi lebih kuat terhadap stres secara fisik termasuk orang-orang yang masuk kategori tekanan darah dan denyut jantungnya meningkat lebih tinggi.


Namun, penelitian ini tidak membuktikan, adanya peningkatan aktivitas di bagian otak tertentu sebagai respons terhadap stres yang bisa menyebabkan perubahan fisik dalam tubuh.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Friday, August 25, 2017

4 Cara Wanita Nikmati Me Time Saat Merasa Stres

foto: bertha/GARASIhealth

Jakarta,GARASIhealth - Saat wanita menjalani banyak peran seperti menjadi ibu dan juga bekerja, hal itu merupakan pengalaman berharga. Namun, terkadang mereka mengalami tekanan atau stres. Saat inilah dibutuhkan waktu untuk menikmati waktu sendiri atau Me Time.

Mengutip laman GARASIhealth, Jumat (25/8/2017), Me Time dapat menjadi kunci penguat hubungan antara Anda dan suami.

Jika Anda merasa tidak memiliki cukup waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan yang Anda miliki, inilah beberapa strategi yang dapat membantu Anda untuk menikmati Me Time.

1. Berbelanja di toko favorit
Untuk menyenangkan diri sendiri, pergilah berbelanja barang yang Anda inginkan. Anda juga bisa memberikan hadiah untuk suami dan anak untuk meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga.

2. Meditasi dan yoga
Yoga dan meditasi dapat membantu memperbaiki kesehatan mental Anda. Menyisihkan sepuluh menit untuk meditasi akan membuat Anda merasa lebih baik.


Meditasi tak harus duduk bersila di lantai. Intinya, Anda harus mencari ketenangan dan menarik napas yang dalam untuk mendapatkan relaksasi.

3. Bangun lebih pagi

Bangun lebih pagi dari biasanya dapat membuat banyak perbedaan dan memberikan Anda tambahan ekstra di pagi hari. Anda bisa mendapatkan Me Time dengan menghirup udara segar, membaca atau mendengarkan musik kesukaan Anda.

4. Tidur siang
Jika Anda memiliki waktu luang saat akhir pekan, Anda dapat menikmati Me Time dengan cara tidur siang. Tidur siang merupakan kesempatan berharga dan kesempatan yang langka bagi seorang istri.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 24, 2017

5 langkah yang harus diambil ketika membantu teman yang sedang depresi

foto: bertha/GARASIhealth


Jakarta,GARASIhealth - Kesulitan dalam hidup bisa berdampak terhadap kesehatan mental, seperti depresi. Jika terjadi pada orang terdekat seperti orangtua, saudara, teman, bahkan kekasih pasti timbul pertanyaan bagaimana membantu mereka mentasi rasa depresi agar tidak menjadi semakin parah?

Dirangkum GARASIhealth dari beberapa sumber, Anda bisa melakukan 5 langkah ini untuk membantu orang terdekat mengatasi depresinya.


Kegelisahan dari masalah di masa lalu mungkin salah satu alasan mereka mengalami depresi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melupakannya dan mulai menata kembali kehidupan di masa kini.

"Jadi jangan sampai membuat rendahkan mereka. Sebagai gantinya, bantu mereka berhubungan kembali dengan momen saat ini. Anda bisa melakukan ini dengan meminta mereka untuk memejamkan mata dan memerhatikan tubuh mereka atau apa yang terjadi di sekitar mereka. Perasaan kaki mereka menyentuh tanah, berat tangan mereka di pangkuan," ujar Chief Science Officer, dr Andrew Shatté.


Bantu mereka untuk menenangkan tubuh mereka dengan menarik napas dalam untuk mengurangi kegelisahan. Bernapas secara mendalam mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang menyeimbangkan antara saraf simpatik dan usahanya untuk menenangkan.

Ajaklah mereka berjalan-jalan atau berolahraga, agar bisa memotivasi mereka kembali.


Orang yang depresi biasanya memiliki sudut pandang yang sempit dan tidak berkembang. Ini lah yang membuat sulit untuk menghilangkan rasa depresinya.


Untuk itu, membantu mereka mendapatkan perspektif baru merupakan salah satu langkah untuk mengatasi depresi. Ajak bicara, beri saran-saran positif, dan dorong mereka untuk bangkit dan terus berpikir positif.


Setelah memiliki perspektif baru, tanyakan pertanyaan tersebut pada mereka. Tujuannya adalah untuk merencakan sesuatu hal yang di kemudian hari. Hal ini bisa membuatnya siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk nantinya.


Yang terpenting adalah selalu berikan hal positif pada mereka. Ini yang sangat dibutuhkan mereka untuk mengatasi dan menghilangkan depresinya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Berhenti Percaya pada 3 Mitos Stres Ini

foto: bertha/GARASIhealth Jakarta,GARASIhealth - Stres memang tak memandang usia dan jenis kelamin, tapi tak seharusnya Anda percaya...